Kerap Disamakan, Berikut Perbedaan Krisis dan Resesi Ekonomi

Kerap Disamakan, Berikut Perbedaan Krisis dan Resesi Ekonomi

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan bahwa krisis ekonomi masih lebih “ringan” ketimbang resesi ekonomi.--ilustrasi

JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Resesi ekonomi pernah menjadi topik yang menghangat sejak beberapa tahun lalu. Terlebih, setelah pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia membanting kegiatan perekonomian secara keras.

Indonesia pun tak luput dari resesi tersebut. Pada kuartal III laiu, pemerintah mengonfirmasi bahwa Indonesia masuk ke jurang resesi setelah pertumbuhan ekonomi di kuartal itu kembali memasuki zona negatif dua kali berturut-turut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III lalu terbilang minus 5,32% secara tahunan. Hal ini meneruskan pertumbuhan ekonomi yang minus 3,49% secara tahunan yang terjadi di kuartal II.

Namun, topik resesi nampaknya masih akan membayangi perekonomian dunia di tahun ini.

BACA JUGA:Launching Car Free Day dan Car Free Night di Palembang Mundur

BACA JUGA:Viral Surat Siswa SMK Kudus kepada Presiden Prabowo, Curhat Tak Mau MBG Demi Gaji Guru!!

Pada pekan ini, contohnya, ekonom memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di zona Eropa akan mengalami fenomena yang disebut double dip recession. Adapun, double dip recession adalah resesi ekonomi yang kembali terjadi setelah kondisi ekonomi di periode sebelumnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Para ekonom memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi zona Eropa di kuartal IV 2020 berada di rentang minus 1,8% hingga 2,3%, yang diikuti oleh kontraksi ekonomi yang lebih dalam di awal 2021. Ini akan menjadi resesi ekonomi kedua kalinya di Eropa dalam dua tahun terakhir.

Hanya saja, banyak masyarakat kerap menganggap resesi sebagai krisis ekonomi. Padahal, keduanya cukup berbeda.

Lantas, apa perbedaannya?

Apa Perbedaan Antara Krisis dan Resesi Ekonomi?

Dilihat dari cakupan keparahannya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan bahwa krisis ekonomi masih lebih “ringan” ketimbang resesi ekonomi.

BACA JUGA:Ikuti Kebijakan Pusat, Pemkab Kaur Akan WFA tiap Jumat

BACA JUGA:Usai Libur Lebaran, MTsN 4 Kaur Kompak Gelar Aksi Bersih Lingkungan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: