BPS menyebutkan potensi produksi padi dan beras tersebut perlu dijaga agar dapat terealisasi secara optimal, termasuk dengan memperhatikan kondisi cuaca dan potensi gangguan bencana.
"Ini menjadi gambaran awal ketersediaan pangan daerah. Potensi ini benar-benar harus kita jaga agar benar-benar terealisasi," kata dia lagi.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik menyebutkan produksi padi Provinsi Bengkulu sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 266,57 ribu ton gabah kering giling (GKG).
“Sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi padi Bengkulu mencapai 266,57 ribu ton gabah kering giling dengan luas panen 51,65 ribu hektare,” kata dia.
BPS mencatat luas panen padi pada 2025 mencapai 51,65 ribu hektare, dengan perbedaan 4,12 ribu hektare atau 7,39 persen dibandingkan luas panen padi pada 2024 yang sebesar 55,78 ribu hektare.