KAUR, RADARKAUR.DISWAY,ID – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Kaur pada Rabu siang (18/2/2026).
Akibat fenomena alam tersebut, satu unit rumah milik warga di Kelurahan Tanjung Iman, Kecamatan Kaur Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah hampir seluruh bagian atapnya tersapu angin.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.40 WIB ini menimpa kediaman Darmadi.
Menurut laporan lapangan, kencangnya embusan angin membuat struktur atap rumah tersebut terlepas hingga mencapai tingkat kerusakan sekitar 85 persen. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
BACA JUGA:Post Holiday Blues usai Libur Panjang, Simak 5 Tips Ini Untuk Mengatasinya
BACA JUGA:Obama Viral Setelah Ngomong Soal Alien di Podcast, Keceplosan?
Kepala BPBD Kabupaten Kaur, Muljunias, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Yanto, S.Sos., membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan.
“Setelah mendapatkan informasi, Tim BPBD yang dikomandoi Kabid Tanggap Darurat langsung meninjau lokasi di Kelurahan Tanjung Iman. Kami bersama personel TNI/Polri, pihak kecamatan, kelurahan, serta masyarakat setempat bahu-membahu membantu merapikan sisa-sisa atap yang berserakan,” ujar Yanto kepada wartawan, Rabu (18/2).
Di lokasi kejadian, tim gabungan fokus pada upaya evakuasi material bangunan agar tidak membahayakan warga sekitar.
Selain melakukan tindakan kedaruratan, pihak BPBD juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat di wilayah pesisir dan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.
BACA JUGA:Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi Inklusif untuk Disabilitas dan Lansia
BACA JUGA:Viral, Tembok Ratapan Solo jadi Salah Satu Spot Paling Hype Anak Muda Gen Z
“Mengingat kondisi angin di wilayah Kabupaten Kaur yang saat ini masih terpantau kencang, kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana serupa atau pohon tumbang yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tambahnya.
Laporan kejadian ini telah diteruskan secara berjenjang kepada BNPB Pusat, Gubernur Bengkulu, hingga Bupati Kaur sebagai dasar pengambilan langkah penanganan lebih lanjut bagi korban terdampak.