JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Terjebak kondisi perang Israel-A vs Iran, Puluhan ribu jemaah umrah kesulitan pulang ke Indonesia.
Seperti diketahui bahwa pasca mendapatkan serangan dari Israel-AS, Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke semua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Hal itu kemudian membuat semua maskapai penerbengan sipil yang terbang di negara-negara timur tengah menghentikan penerbangan. Bandara-bandara Udara ditutup.
Hal ini diungkapkan pemilik Ammar Tour & Travel, H. Marwan kepada disway yang ikut terdampak ganasnya perang Israel-AS vs Iran.
BACA JUGA:Kenapa Rudal Balistik Selalu Dincurkan Malam Hari? Ini Alasannya!!
BACA JUGA:Sinergi Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Kejari dan Pemda Kaur Gelar Pasar Murah untuk Warga
H. Marwan mengatakan, berdasarkan data dari SISKOPATUH (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) terdapat sekitar 58 ribu jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi imbas perang tersebut.
"Ini sangat-sangat susah ya karena banyak orang panik juga dari jamaah lain ya apalagi 58 ribuan data SISKOPATUH masih belum bisa pulang ya jamaah terdampak keadaan perang ini," kata H. Marwan saat dikonfirmasi Disway.id pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kondisi ini juga dialami oleh jemaah umrah yang diberangkatkan Ammar Tour & Travel. H. Marwan menuturkan, sekarang ini grup umrah yang diberangkatkan travelnya masih tertahan di Mekah.
Pasalnya, kepulangan ibadah umrah yang telah dijadwalkan pada 1 Maret 2026 melalui Qatar Airline, dibatalkan imbas adanya serangan di negara tersebut.
BACA JUGA:Polda Bengkulu Bongkar Mafia Pupuk Subsidi, Jatah Kaur Dikirim ke Mukomuko
BACA JUGA:Bubur Baqa, Kuliner Legendaris Samarinda Seberang jadi Primadona Berbuka Puasa di Masjid IKN
Penerbangan melalui Doha International Airport ditutup sementara selama 7 hari terhitung sejak tanggal 28 Februari 2026.
H. Marwan pun terpaksa harus me-refund biaya tiket kepulangan melalui Qatar Airline karena tidak ada kepastian sampai kapan kondisi ini akan berakhir.
H. Marwan pun harus memutar otak mencari penerbangan alternatif dari negara lainnya agar jemaah umrah yang diberangkatkan melalui travelnya bisa segera pulang ke Indonesia.