Volume Perdagangan: Sekitar 3,2 juta barel per hari (bph) minyak mentah dan produk petroleum mengalir melalui selat ini pada tahun 2016, dengan perkiraan data terbaru menempatkannya di angka lebih tinggi, sekitar 4,9 juta bph, menjadikannya salah satu titik transit terpenting.
Sumber Minyak: Lebih dari 40% minyak yang melalui selat ini berasal dari pelabuhan Rusia di Baltik. Sejumlah kecil minyak dari Norwegia dan Inggris juga melalui jalur ini menuju pasar Skandinavia.
Konektivitas Eropa: Selat ini krusial untuk keamanan energi Eropa, menghubungkan negara-negara Baltik dan Rusia ke pasar global.
Keamanan & Posisi: Meskipun ada ketegangan regional antara Rusia dan Eropa, selat ini tetap menjadi rute dagang utama, sering dianggap aman, namun vital bagi stabilitas pasar energi.
Selat ini menjadi jalur alternatif penting bagi ekspor energi dari Rusia, yang terbagi ke dalam beberapa kanal di antara kepulauan Denmark.
6. Selat Bosphorus dan Dardanelles
Di wilayah Turki, terdapat dua jalur penting yaitu Selat Bosphorus dan Selat Dardanelles. Kedua selat ini menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Mediterania dan menjadi rute utama ekspor energi dari Rusia serta kawasan Laut Kaspia menuju pasar global, khususnya Eropa.
Dalam kondisi krisis di Timur Tengah, jalur ini mendapatkan perhatian lebih besar. Ketika pasokan energi dari Kawasan Teluk terganggu akibat konflik Iran, negara-negara Eropa mulai mencari alternatif melalui jalur Laut Hitam.
Namun, jalur ini juga memiliki keterbatasan. Ketegangan geopolitik antara Rusia dan negara-negara Barat serta konflik di Ukraina membuat stabilitasnya tidak sepenuhnya terjamin.
Selain itu, karakteristik jalur yang sempit membatasi kapasitas kapal yang dapat melintas. Dengan demikian, meskipun berfungsi sebagai alternatif, jalur ini belum mampu sepenuhnya menggantikan peran Selat Hormuz.
7. Selat Bab el-Mandeb
Selat Bab el-Mandeb terletak di antara Yaman serta negara-negara Afrika Timur seperti Djibouti dan Eritrea. Selat ini menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan berfungsi sebagai pintu masuk menuju Terusan Suez dari arah selatan.
Sekitar 6%–10% distribusi minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Dalam kondisi normal, jalur ini tergolong penting namun relatif stabil. Akan tetapi, dalam situasi konflik 2026, posisi Selat Bab el-Mandeb menjadi sangat rentan.
Kedekatannya dengan wilayah konflik di Yaman membuat jalur ini berisiko terhadap serangan drone maupun rudal yang menyasar kapal komersial. Ketika Selat Hormuz terganggu, jalur ini otomatis menjadi alternatif utama.
Namun, peningkatan ketergantungan justru memperbesar risiko. Jika jalur ini ikut terganggu, maka akses menuju Terusan Suez bisa terputus dan menciptakan efek domino terhadap perdagangan global.