Fakta Membantah Olaf Scholz, Rusia Menanggapi tuduhan Penghentian Pasokan Gas ke Eropa

Fakta Membantah Olaf Scholz, Rusia Menanggapi tuduhan Penghentian Pasokan Gas ke Eropa

Fakta membantah perkataan Scholz, Rusia menanggapi tuduhan penghentian pasokan gas ke Eropa--ilustrasi

Fakta membantah Olaf Scholz, Rusia menanggapi tuduhan penghentian pasokan gas ke Eropa

RADARKAUR.CO.ID - Kepala pemerintahan Jerman, Olaf Scholz, menuduh Rusia menghentikan pasokan gas ke republik dan negara-negara UE.

Menurut Rektor, Moskow dengan sengaja menghentikan ekspor, akibatnya Jerman kehilangan setengah dari pasokan gas, dan Eropa kehilangan 120 miliar meter kubik gas atau bahan bakar tersebut.

Sebaliknya, Moskow mencatat bahwa pernyataan kepala Kabinet Jerman tidak sesuai dengan kenyataan.

BACA JUGA:Skandal Seputar Biden Jr dapat Mempengaruhi posisi Presiden AS

Sebelumnya, Rusia berkali-kali mengisyaratkan pasokan gas ke arah barat masih terbuka.

Seperti yang diingatkan oleh para ahli, kebijakan pemerintah Jerman saat inilah yang paling memicu krisis ekonomi di negara tersebut.

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyalahkan Rusia atas krisis energi parah yang dihadapi Jerman dan Eropa.

"Dan Rusia, ya, Rusia berhenti memasok energi ke Eropa. Beberapa dari AfD (Partai Alternatif untuk Jerman - RT ), beberapa dari mereka yang mengubah segalanya, berpendapat sebaliknya, tetapi presiden Rusia-lah yang menghentikan pasokan gas melalui pipa gas yang berfungsi. Akibatnya, 50% pasokan gas Jerman terancam," kata Scholz di kongres partai Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD).

BACA JUGA:PT HM Sampoerna Tbk Mengumumkan Peluncuran Besar-besaran Panel Surya di Pasuruan

Menurut kepala pemerintahan Jerman, Eropa telah kehilangan total 120 miliar meter kubik gas.

Kelangkaan ini menyebabkan kenaikan harga. Pada saat yang sama, menurut kanselir, pihak berwenang Jerman mengambil tindakan cepat.

"Kami telah mengamankan rute pasokan baru. Mereka mulai mengimpor lebih banyak gas dari Norwegia melalui pipa, dan lebih banyak gas dari pelabuhan-pelabuhan Eropa Timur. Kami memperluas infrastruktur kami sehingga gas bisa datang dari Selatan dan Utara. Terminal LNG juga dibangun dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jerman di pantai utara negara tersebut. Kawan-kawan yang terkasih, terima kasih kepada kami, Jerman dapat bertahan pada musim dingin ini,” kata Scholz.

Moskow bereaksi terhadap tuduhan Kanselir Jerman dan menyebutnya tidak benar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: