Jangan Saling Salahkan! Ini 6 Langkah Tepat Mengatasi Masalah 'Silent Treatment' dalam Hubungan Asmara

Jangan Saling Salahkan! Ini 6 Langkah Tepat Mengatasi Masalah 'Silent Treatment' dalam Hubungan Asmara

Jangan Menyalahkan! 6 Langkah Tepat Mengatasi Masalah Silent Treatment dalam Hubungan--ilustrasi

Ini bukan hanya tentang mendengarkan kata-kata, tetapi juga menangkap makna dan perasaan yang terkandung di dalamnya.

Dalam mendengarkan, hindari godaan untuk menginterupsi atau memberikan tanggapan sebelum pasanganmu selesai berbicara.

Biarkan mereka menyelesaikan pemikiran dan perasaannya. Hal ini membantu menciptakan lingkungan yang mendukung dialog terbuka dan menunjukkan rasa hormat terhadap pendapat dan perasaan pasangan.

Selama proses mendengarkan, kamu bisa mengonfirmasi pemahamanmu dengan merangkum apa yang telah disampaikan oleh pasanganmu. Misalnya, "Jadi, apa yang kamu maksudkan adalah..." atau "Aku mendengar bahwa kamu merasa..."

BACA JUGA:Sensasi Segar dan Sehat dengan Minum Air Rebusan Serai Setiap Hari! Ini Dia 8 Manfaatnya untuk Kesehatan

3. Hindari Menyalahkan

Ketika berbicara dengan pasangan, sangat penting untuk menghindari saling menyalahkan. Alihkan fokus pembicaraan dari menuduh pasangan menjadi merinci perasaan dan pengalaman pribadi yang kamu miliki.

Sebagai contoh, daripada mengatakan, "Kamu selalu melakukan hal ini," lebih baik mengungkapkan perasaanmu, seperti "Aku merasa kesulitan ketika..."

Dengan berfokus pada perasaan dan pengalaman pribadi, kamu membuka ruang untuk diskusi yang lebih konstruktif. Pasanganmu akan lebih mungkin merasa didengar dan tidak diserang secara langsung.

Ini membantu mencegah situasi di mana pasangan merasa perlu mempertahankan diri dan menciptakan pertahanan yang dapat menghambat komunikasi.

BACA JUGA:Taurus dengan Kelembutannya, 8 Zodiak yang Paling Disukai karena Begitu Imut dan Manis

4. Tentukan Batasan Waktu untuk Diam

Dalam menghadapi silent treatment, penting untuk menetapkan batasan waktu yang wajar. Jelaskan kepada pasangan bahwa kamu menghargai waktu untuk refleksi dan memberikan ruang bagi keduanya.

Namun, tegaskan juga keinginanmu untuk kembali berkomunikasi setelah melewati periode waktu tertentu.

Misalnya, kamu bisa menyatakan, "Aku mengerti bahwa kita mungkin butuh waktu sendiri untuk merenung, tapi apakah kita bisa setuju untuk berbicara lagi setelah beberapa jam?"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: