Suka Lapar Mata Saat Beli Takjil? Ini Tips Agar Pengeluaran Tak Membengkak

Suka Lapar Mata Saat Beli Takjil? Ini Tips Agar Pengeluaran Tak Membengkak

Suka Lapar Mata Saat Beli Takjil? Ini Tips Agar Pengeluaran Tak Membengkak--ilustrasi

"Bujet buka puasa bukan cuma soal beli takjil. Harus dilihat sebagai satu kesatuan dengan jadwal makan kita. Jangan sampai jajan takjil membuat anggaran makan bulanan jadi membengkak," kata dia.

Agar tidak boros, Mike juga menyarankan untuk membuat takjil sendiri di rumah. Opsi ini dinilai bisa lebih hemat terutama bagi yang sudah berkeluarga. Supaya lebih terencana, Mike juga menganjurkan untuk membuat meal plan atau rencana makan setiap pekannya.

"Kan bisa juga takjil bikin sendiri, dan bikin meal plan. Dengan menyusun menu selama satu pekan, bahan makanan bisa diolah menjadi beberapa variasi hidangan agar tidak membosankan. Jadi semuanya lebih terukur dan tidak kelewat batas," kata Mike.

Selain pembelian takjil, pengaturan anggaran menghadapi agenda buka bersama teman, kerabat, dan keluarga dinilainya juga penting penting. 

BACA JUGA:Menteri PPPA Desak Oknum Aparat Pembunuh Anak di Tual Dipecat dan Dihukum Berat: Tak Ada Toleransi!

BACA JUGA:Polres Kaur dan Bhayangkari Berbagi Takjil

"Bukber itu bagus sebetulnya karena kita saling silaturahim dengan teman lama, keluarga, atau rekan kerja gitu ya. Tapi agar keuangan nggak jebol memang harus dihitung dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing," kata Mike.

Untuk lebih jelasnya, berikut tips bijak atur bujet menghadapi agenda buka bersama:

1. Buat anggaran khusus

Mike menekankan pentingnya membuat anggaran khusus untuk buka bersama sejak awal Ramadhan. Misalnya tentukan batas maksimal pengeluaran per acara buka bersama, entah itu Rp100 ribu, Rp250 ribu atau seterusnya.

"Kemampuan setiap orang itu beda-beda. Jadi silakan buat aturan khusus yang disesuaikan, kalau misal batasannya Rp100 ribu sekali bukber silakan, atau lebih juga silakan," kata Mike.

2. Atur frekuensi bukber

Setelah itu, menurut Mike, penting untuk menentukan frekuensi buka bersama yang akan dihadiri dalam satu bulan. Jika seseorang menentuskan batas anggaran satu kali bukber Rp 150 ribu dan total dana yang disiapkan Rp600 ribu, maka artinya hanya bisa empat kali dalam sebulan.

"Frekeunsinya atur juga, sesuaikan dengan anggaran yang diatur. Anda juga harus disiplin pada jadwal dan kuota yang sudah ditetapkan," kata dia.

3. Selektif menentukan tempat

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: