SPPG Wajib Cantumkan Harga MBG, BGN Beri Sanksi bagi yang Bandel

SPPG Wajib Cantumkan Harga MBG, BGN Beri Sanksi bagi yang Bandel

Badan Gizi Nasional (BGN) pastikan akan memberikan sanksi kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak mencantumkan lebel harga di Makan Bergizi Gratis (MBG).--ilustrasi

JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) pastikan akan memberikan sanksi kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak mencantumkan lebel harga di Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan ini diterapkan BGN agar dapat memantau SPPG dalam mencegah terjadinya kecurangan dalam melaksanakan program pemenuhan gizi atau bahkan sampai terjadinya keracunan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya memastikan bahwa sanksi akan diberlakukan secara bertahap bagi SPPG yang tidak mematuhi aturan tersebut.

Ia menjelaskan, instruksi dan kewajiban pencantuman harga baru dikeluarkan beberapa hari lalu sehingga proses penyesuaian masih berjalan.

BACA JUGA:Hunian Layak untuk Buruh, Menaker Siap Perkuat Sinergi dengan BP Tapera

BACA JUGA:Terbukti Pasif, Kades dan Camat se-Kabupaten Kaur Disinyalir Tak Dukung Penegakan Perda Hewan Ternak

"Ya tentu bertahap ya, kan itu tiga hari yang lalu baru saya perintahkan. Dan ini adalah untuk meningkatkan kualitas," ucap Sony di Jakarta pada Jumat, 27 Febuari 2026.

Dengan adanya pelebalan pada setiap porsi MBG dapat menjadi solusi transparansi harga sampai tetap menjaga mutu bahan pangan yang disalurkan.

"Jadi setidak-tidaknya bagi yang akan berniat curang, misalkan mengurangi kualitas, maka masyarakat kemudian akan mengontrol: telur harganya berapa sih, pisang harganya berapa, itu harus dituliskan ya, harus di-label," ungkapnya.

Selain dapat mengawasi, peraturan ini dibuat agar menguatkan tata kelola di lingkup setiap SPPG.

BACA JUGA:PWI Pusat Soroti Ketentuan Digital dalam Perjanjian Dagang RI–AS

BACA JUGA:Pelunasan Pajak Kendaraan Dinas Tahun 2026, BPKAD Tunggu Invoice Samsat

Dengan mencantumkan harga telur, pisang, dan bahan pangan lainnya secara terbuka, ruang untuk manipulasi kualitas maupun anggaran dapat ditekan.

"BGN berharap, keterbukaan informasi tersebut bukan hanya meningkatkan akuntabilitas, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi distribusi dan kualitas asupan gizi," pungkas Sony.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: