Kolak Biji Salak Ubi Manis Lembut dan Legit Menu Favorit Ramadan

Kolak Biji Salak Ubi Manis Lembut dan Legit Menu Favorit Ramadan

Kolak Biji Salak Ubi Manis Lembut dan Legit Menu Favorit Ramadan--ilustrasi

RADARKAUR.DISWAY.ID - Kalau bicara tentang menu berbuka puasa yang selalu dirindukan, kolak biji salak pasti masuk dalam daftar teratas. Kuah santannya yang gurih manis berpadu dengan kenyalnya bola-bola ubi membuat siapa pun sulit menolak. Bukan sekadar makanan, kolak biji salak adalah bagian dari cerita keluarga, tradisi, dan kehangatan di meja berbuka.

Asal Mula Kolak Biji Salak

Kolak sudah dikenal luas di Nusantara sejak lama. Kata “kolak” dipercaya berasal dari istilah dalam budaya Betawi dan Jawa yang merujuk pada hidangan berkuah santan dan gula aren. Sementara “biji salak” bukan berarti terbuat dari buah salak, melainkan bentuknya yang kecil lonjong dan berwarna cokelat kemerahan, menyerupai biji buah salak.

Kolak biji salak populer di berbagai daerah seperti Jakarta dan Yogyakarta, terutama saat bulan Ramadan. Seiring waktu, resepnya berkembang. Ada yang menambahkan labu kuning, ada pula yang memberi sentuhan daun pandan lebih banyak agar aromanya makin harum.

Dulu, kolak dibuat sebagai simbol kebersamaan. Proses menguleni ubi, membentuk adonan kecil-kecil, hingga memasaknya bersama menjadi momen yang mempererat hubungan keluarga.

BACA JUGA:Bubur Baqa, Kuliner Legendaris Samarinda Seberang jadi Primadona Berbuka Puasa di Masjid IKN

BACA JUGA:7 Gulai Khas Kabupaten Kaur Tinggi Protein, Cocok Buat Menu Sahur dan Buka Puasa!

Resep Kolak Biji Salak Tradisional

Bahan Biji Salak:

·        500 gram ubi jalar oranye (kukus dan haluskan)

·        100–150 gram tepung tapioka (sesuaikan hingga adonan kalis)

·        Sejumput garam

Bahan Kuah Gula:

·        200 gram gula aren (serut)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: