"Kami tidak tahu, datang saja sekarang, Sultan menunggumu," tandas pengawal.
Abu Nawas kemudian langsung menunggangi Keledainya menuju istana Sultan Harun.
Sepanjang jalan ia bertanya-tanya, ada kepentingan mendesak apa sampai Sultan memanggilnya.
Tiba di Istana Sultan Harun, Abu Nawas langsung menghadap.
BACA JUGA:Rusia dan Qatar Bekerja Untuk Beralih ke Perdagangan Menggunakan Mata Uang Nasional
"Ada apakah gerangan sultan memanggilku," tanya Abu Nawas.
"Ada pertanyaan yang mengusik ku hai Abu Nawas," kata Sultan.
"Pertanyaan apakan itu paduka Sultan," tanya Abu Nawas.
"Mana yang lebih dulu diciptakan, Ayam atau Telur?," tanya sultan.
"Telur paduka, karena ada yang namanya telur ayam tapi tidak ada ayam telur," jawab Abu Nawas asal.
"Ahh aku tidak puas jawabanmu itu, kau cari sampai besok pagi. Kalau jawabanmu tidak memuaskan, kau akan kuhukum penjara sampai sisa usiamu," kata Sultan.
BACA JUGA:Ikon Kota Bintuhan mulai Dibangun, Begini Bentuk dan Biaya Pembangunannya
Abu Nawas pulang ke rumah dengan membawa pertanyaan Sultan Harun.
Dalam hatinya bertanya-tanya dan menyesali nasibnya jika harus dipenjara jika tidak mampu memberikan jawaban memuaskan sultan.
Tiba dirumah matahari sudah tepat di atas kepala.
Abu Nawas merenung di beranda rumah sambil berfikir jawaban yang akan ia berikan kepada raja.