Ia menambahkan, UNISA Yogyakarta juga telah menemui korban secara langsung serta memfasilitasi pendampingan yang diperlukan, termasuk pendampingan psikologis, dukungan kesehatan fisik, serta pendampingan lanjutan agar korban dapat merasa aman. Wantonoro menegaskan kampus memiliki komitmen menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkeadaban, serta tidak menoleransi segala bentuk kekerasan.
"Sebagai bentuk penguatan, UNISA Yogyakarta juga akan melakukan evaluasi internal dan penguatan langkah pencegahan kekerasan, termasuk edukasi relasi sehat dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, demi memastikan kampus menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika," ucapnya.
Sebelumnya, akun X @AgiKristianto mengunggah video dan sejumlah gambar hasil percakapan. Terdapat gambar tindak penganiayaan bekas luka di muka dan tangan korban. Foto terduga pelaku juga diunggah beserta status kemahasiswaannya.
"Diinjek tangan sama tulang ekor, diseret ke kamar mandi digrujugi (disiram air). Kepala dijambak kro (dan) dipukul," demikian petikan salah satu isi percakapan dengan diduga korban.
Pada unggah lain juga menunjukkan percakapan kasus itu akan dilaporkan ke aparat. Namun, terduga korban masih menunggu kesiapan dan keluarganya dari luar Yogyakarta.