Viral di Medsos, Ini Kronologi Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Jumat 13-02-2026,20:08 WIB
Editor : Muhammad Isnaini

"Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan pada 9 Februari 2026, pihak manajemen Thanksinsomnia memutuskan untuk menonaktifkan pihak terkait dan segala aktivitas selanjutnya," bunyi pernyataan Thanksinsomnia di Instagram, Senin (9/2).

Mohan Hazian Beri Pernyataan

Di tengah situasi yang memanas, Mohan Hazian akhirnya muncul dengan mengunggah sebuah video klarifikasi di akun Instagramnya. Namun, video itu telah dihapus. Namun, dalam video itu, Mohan mengatakan bahwa klarifikasi yang ia unggah bukan bentuk pengakuan sebagai pelaku sebagaimana yang dituduhkan dalam utas viral di platform X.

Ia menjelaskan bahwa narasi yang beredar telah memberikan dampak negatif pada citra mereka dan keluarganya. Ia mengatakan bahwa tuduhan yang ditujukan kepadanya sama sekali tidak benar. Ia juga berencana menggelar konferensi pers pada Selasa, (10/2) pukul 08:00 untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Namun, Mohan batal menggelar konferensi pers. Sebagai gantinya, ia mengunggah sebuah pernyataan tertulis di akun Instagramnya. Mohan menyampaikan permintaan maaf karena kegaduhan yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Ia menyadari bahwa sebagai manusia, ia memiliki kekurangan dan pernah mengambil keputusan di masa lalu yang tidak bijak serta berdampak luas. Namun, ia mengatakan bahwa dirinya tidak seperti narasi yang dituduhkan yang viral di media sosial.

Usai mengunggah pernyataan tersebut, korban yang sebelumnya membuat utas di X dan menjadi viral mengatakan bahwa dirinya belum menerima permintaan maaf dari Mohan.

"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya, ataupun korban lain dan tidak ada permintaan maaf yang saya, ataupun korban lain terima. Terkait hal ini. Saya berharap tidak ada lagi ruang untuk pelecehan seksual," tulis korban.

Lebih lanjut, korban mengatakan bahwa dirinya dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai perwakilan pelaku dan diminta bertemu. Padahal, korban hanya pernah membagikan nomornya kepada talent scout.

"Saya dihubungi via whatsapp oleh nomor yang menyatakan bahwa mereka adalah perwakilan pelaku. Saya diminta bertemu. Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada Talent Scouter brand dengan inisial S. Saat saya tanya dengan siapa dari lembaga mana dan mengetahui nomer saya dari mana. Nomor tersebut tidak menjawab. Kemudian nomor tersebut bilang bahwa mereka adalah perwakilan dari keluarga pelaku.

Nomor tersebut meminta bertemu lagi dan meminta saya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak punya urgency untuk bertemu dengan “perwakilan keluarga” pelaku. Saya tidak merespon dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum," tutur korban.

Kategori :