Kaipang Greenhope

Kaipang Greenhope

Kaipang--

Mbah Mars

Jadi ingat kisah Tarzan ditertawain para monyet. Monyet 1:"Mau tahu kenapa Tarzan bercelana terus. Tidak seperti kita ?" Monyet 2:" Kenapa emang ?" Monyet 1:"Kemarin saat dia mandi saya intip. Ternyata ekornya di depan. Beda dengan kita. Rupanya Tarzan malu. Maka selalu bercelana"

 

edi hartono

Saya kira pendukung City kuciwa. Sama seperti pendukung PT Bukit Asam yg kuciwa karena kabarnya seperti dipaksa membeli PLTU Pelabuhan Ratu dari PLN. Kok bisa perusahaan terbuka seolah2 dipaksa gitu ya. Bukan masalah hukum dan aturan, tetapi masalah etika, keadilan dan logika. Masa pakai PLTU akan dikurangi, tetapi kabarnya PTBA "harus akan" membeli PLTU tersebut. Untuk apa? Katanya untuk transisi energi. Kalau untuk transisi energi kenapa juga PTBA disuruh beli? Sama saja to? Pembodohan publik! Gak masuk logika! Dikiranya publik ini goblok2 apa ya? Dan kemarin, 18oktober, harga saham PTBA anjlok sampai batas bawah, alisa ARB. Karena apa? Karena dipicu pemberitaan dari statemen teman karibnya pak DI: Pak ET dan Pak Pahala M, dari kementrian BUMN. Yg berharap Pak ET muncul sebagai tokoh baru dari timur sebagian balik badan, khususnya para pelaku pasar saham yg mengetahui kabar ini. Kalau saya balik guling saja, sepanjang hari hujan, gak bisa ke sawah, enak tidur2an saja, wkwk.

 

ibnuhidayat setyaningrum

Oh, ya saya tahu. Ternyata tulisan pendek kemarin itu Pak Dahlan mau bikin cerita fiksi bersambung sekelas Dur. Tapi gagal total, maka dianggap saja sebuah artikel.

 

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: