Lewat Tengah Malam

Lewat Tengah Malam

Paul Peloci dana Nancy Peloci--(dokumen/radarkaur.co.id)

"Well, dia kan di urutan kedua kekuasaan. Saya akan get out kalian semua," katanya.

Paul bertanya lagi ke David: "Apakah saya bisa menghubungi seseorang yang Anda perlukan?"

Reaksi David tidak mengiyakan. Justru ia terlihat seperti semakin mengancam Paul.

Paul cari akal. Ia minta izin untuk ke toilet. Diizinkan. Paul pun menuju toilet. Diikuti oleh David dengan berjarak.

Paul menyalakan lampu toilet. Ia melirik HP yang lagi ia charge di toilet. Ia menuju HP itu. Ia pijit satu tombol. Ia sudah setting: untuk menelepon 911 cukup memijit satu angka di HP itu.

David melihat Paul menggunakan telepon. David tidak menunjukkan sikap agresif atas tindakan Paul itu. Paul sengaja mengaktifkan speaker di HP agar David tidak curiga. Isi pembicaraan bisa didengar bersama. David menunggu di jarak sekitar 1,5 meter. Sambil tetap memegang hammer di tangan kanan dan untaian zipper di tangan kiri.

"Ini ada orang mencari Nancy Pelosi. Ia menunggu kedatangan Nancy. Tapi Nancy belum akan pulang dalam satu hari ini," ujar Paul dengan nada biasa saja. Ia berharap polisi penerima telepon itu mengerti sendiri bahwa ia dalam posisi perlu pertolongan.

Paul berbicara sambil melirik ke posisi David. Yang dilirik menunjukkan gerak tubuh keberatan. Lewat isyarat Paul diminta menghentikan pembicaraan dan meletakkan telepon itu.

Itu pukul 02.23.

Paul tetap on line. Untuk menenangkan David, Paul berkata bahwa ia tidak memerlukan polisi, pemadam kebakaran atau pun ambulans. Tapi ia bertanya di mana polisi DPR yang biasa menjaga rumahnya.

Paul tahu ketika istrinya tidak di rumah, polisi DPR tidak menjaga rumah itu. Tapi ia ingin memberi kode bahwa ia perlu polisi. Memang ada juga kamera di sekeliling rumah. Kamera itu terhubung dengan sistem keamanan di DPR. Tapi karena Nancy lagi tidak ada di rumah, kamera itu tidak dimonitor. 

Heather Grives, polisi penerima telepon itu mengerti maksud yang diinginkan Paul. Maka kepada Paul, Grives mengatakan akan menghubungi yang dimaksud. Padahal Grives kemudian menghubungi polisi kota San Francisco.

"Bagaimana menurut Anda?" tanya Paul kepada David tentang isi pembicaraan tadi. Paul masih tetap memegang HP yang online. Maksud pertanyaan itu: apakah pembicaraan tadi tidak masalah bagi David. 

"Tidak masalah. Ok. Baik," jawab David. Rupanya David juga tidak ingin menimbulkan kecurigaan polisi. 

Paul punya maksud lain dengan pertanyaan itu: agar waktu berjalan terus. Tak lama lagi pasti ada polisi datang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: