Lewat Tengah Malam

Lewat Tengah Malam

Paul Peloci dana Nancy Peloci--(dokumen/radarkaur.co.id)

"Oh, ia bilang segala sesuatunya baik-baik saja. Ia bisa mengerti. Ia bilang baik-baik saja, padahal saya punya masalah," ujar Paul khawatir polisi mengira keadaan benar-benar baik-baik saja.

Rupanya polisi mengira keadaan benar-benar tidak mengkhawatirkan. Terbukti dari ucapan polisi berikutnya: "Baik. Kalau Anda berubah pikiran hubungi kami lagi."

"Oh, tidak, tidak, tidak," jawab Paul. "Orang ini... Uh.... Orang ini.... Datang ke rumah ini... Uh... Dan ia mau tunggu istri saya sampai dia datang". 

"Apakah Anda kenal orang itu?" tanya 911.

"Tidak".

Rupanya polisi belum tahu siapa yang menelepon itu. Atau kalau pun sudah tahu, harus bertanya siapa nama penelepon dan di mana alamatnya.

"Taruh telepon," perintah David.

Suara polisi masih terdengar bertanya: "Siapa nama orang itu dan di mana alamatnya".

David yang juga mendengar pertanyaan itu, menjawab keras: "Nama saya David".

Ketika polisi bertanya siapa itu David, Paul menjawab tidak tahu. Lalu David bergegas menyela: "Saya teman Paul dan Nancy".

"Saya tidak tahu," potong Paul segera.

David memaksa Paul untuk meletakkan telepon. Lumayan. Bisa mengulur waktu 1 menit. Aneh. Setelah adegan di toilet itu David mengatakan bahwa ia lelah dan mau tidur. Ini kalimat yang banyak menimbulkan tanda tanya mengapa. David lantas mengatakan bahwa ia meninggalkan tas di dekat pintu lantai bawah. Harus diambil dulu.

David menggiring Paul ke lantai bawah. Paul diminta jalan di depan. Tidak lewat lift. 

Sambil jalan menuruni tangga, David mengatakan ia tadi memukul-mukul kaca pintu itu untuk bisa masuk. David juga berkata bahwa sebentar lagi polisi pasti datang. Paul menjawab: polisi tidak akan datang.

"Saya akan bawa you keluar," ujar David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: