Jalan Pulang Kedaulatan Perempuan Petani Kopi

Jalan Pulang Kedaulatan Perempuan Petani Kopi

Jalan Pulang Kedaulatan Perempuan Petani Kopi--ilustrasi

“Dulu,” timpal Heni, “rumput kita anggap mengganggu, racun kita anggap membantu.” 

“Sekarang dibalik. Racun yang mengganggu, bahkan merusak. Merusak tanah, merusak tanaman sela, merusak kopi, merusak pohon lainnya.” 

Sambil menggeser sedikit posisi punggungnya yang menyandar di pelupuh bambu, ia melanjutkan, “Sekarang, rumputlah yang membantu. Banyak rumput berarti kebun sehat. Banyak rumput berarti banyak air, banyak mulsa organik, banyak pupuk organik, dan banyak hasil panen.” 

“Dibanding meracun,” tambah Supartina, “memang merigas rumput membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga.” 

“Tapi, dengan merigas, kita bisa menjaga kelembapan dan kesehatan tanah, menanam tanaman lain, dan menjaga kesehatan pohon kopi dan tanaman lainnya.” 

”Biarlah lambat, tapi banyak manfaat. Daripada cepat, tapi banyak mudarat,” tambahnya. 

“Kami di sini sudah menghidupkan kembali ganti hari,” Supartina melanjutkan. “Untuk sementara, ganti hari merigas rumput. Mudah-mudahan kedepannya juga bisa ganti hari merawat lubang angin dan membuat pupuk organik di lubang angin.”

“Iya Bu, kami juga sudah berencana menghidupkan kembali ganti hari,” timpal Mercy. “Rencanannya, tahap awal ganti hari merigas rumput, tapi kedepannya kami juga berharap bisa ganti hari merawat lubang angin dan membuat pupuk organik di lubang angin.”  

Kebun Sejuk, Kerja Nyaman

“Sekarang ini,” Mercy melanjutkan, “untuk merigas rumput di kebun juga sudah lebih enak. Tidak panas seperti sebelumnya. Rimbunnya pohon kopi membuat suhu di kebun menjadi sejuk.”

“Sebelumnya, cepat merasa gerah. Manen buah kopi pun harus cepat-cepat. Sebisa mungkin menghindari tengah hari. Walau pakai penutup kepala tambahan, masih terasa panas. Kalau tidak pakai, terasa bedengkang kepala.” 

“Sejak pohon kopi jadi rimbun, sudah tidak susah lagi mencari tempat beristirahat di kebun,” sambung Supartina. 

“Jadi ingat sewaktu kecil, sering bermain, bahkan tidur-tiduran di bawah rindangnya pohon kopi, jengkol, alpukat dan pohon lainnya.” 

“Dan, kalau diperhatikan, tidak banyak buah kopi gugur yang terlihat di bawah pohon kopi yang rimbun atau pohon kopi yang dibayangi oleh pohon alpukat, jengkol, durian atau pohon lainnya.”  

“Menanam pohon durian, alpukat, jengkol dan nangka sepertinya memang tidak mengganggu,” sambung Lena. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: