7 Gulai Khas Kabupaten Kaur Tinggi Protein, Cocok Buat Menu Sahur dan Buka Puasa!
Gulai Merale khas Kabupaten Kaur yang tinggi protein cocok untuk menu saat sahur ataupun berbuka:--ilustrasi
BACA JUGA:Radar Super Canggih Amerika Serikat di Qatar Hancur, IRGC Beri Pukulan Telak
Sama seperti namanya, bahan utama untuk membuat masakan ini adalah ikan mungkus. Sejenis ikan air tawar yang biasanya hidup di bebatuan sungai. Selain itu, ada juga santan dan berbagai rempah yang memperkaya cita rasa.
Pengunjung bisa dengan mudah menemukan masakan ini di berbagai rumah makan di kawasan Kaur, karena sangan digemari masyarakat sekitar.
Seporsi menu gulai ikan mungkus dihargai Rp25.000, lengkap dengan satu porsi nasi ibat, nasi yang sudah dibungkus daun pisang.
3. Bagar Hiu
Kuliner satu ini ternyata menjadi favorit presiden pertama Indonesia, yaitu Soekarno saat beliau menjalani pengasingan di Bengkulu. Mirip rendang, namun bagar hiu tidak menggunakan santan.
Pengolahannya menggunakan berbagai macam rempah, seperti laos, kemiri, kunyit, serai, kapulaga, ketumbar, kayu manis, jahe, dan berbagai rempah lainnya untuk menghilangkan bau amis dari daging hiu.
Bagar hiu hanya bisa dinikmati di waktu-waktu tertentu, karena ikan hiu sebagai bahan utamanya hanya bisa dijumpai di bulan tertentu, seperti saat Ramadan.
BACA JUGA:Terbukti Pasif, Kades dan Camat se-Kabupaten Kaur Disinyalir Tak Dukung Penegakan Perda Hewan Ternak
4. Gulai Langat Gurita
Gulai khas Kaur Bengkulu yang pertama adalah ‘Gulai Langat Kerite’. Kerite dalam bahasa kaur bermakna Gurita.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Kaur termasuk wilayah dengan habitat gurita terbanyak di Bengkulu.
Oleh masyarakat Kaur, Gurita dijadikan olahan masakan dengan rempah khas Kaur. Serta, pengolahan masakannya juga sukses menciptakan masakan super Yummy!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
