7 Takjil Unik Khas Palembang, Kudapan Tempo Dulu Yang Patut Dilestarikan

Minggu 22-02-2026,16:17 WIB
Reporter : Fadli sumeksco
Editor : Muhammad Isnaini

Kue ini dulunya mudah ditemukan di pasar tradisional, namun kini mulai langka.

BACA JUGA:Surga Kuliner Ramadan, Murah dan Enak, Ramai Pengunjung Jelang Berbuka

BACA JUGA:Berkah Ramadan, Kemensos Cairkan Bansos PKH dan Sembako Rp15 Triliun

3. Kue Kamer

Sekilas namanya mirip dengan kue kamir dari Jawa Tengah, tetapi kue Kamer khas Palembang memiliki ciri tersendiri.

Bentuknya pipih dengan taburan parutan kelapa bercampur gula merah di bagian atas.

Kini, variasinya semakin berkembang dengan tambahan topping keju dan cokelat.

Teksturnya lembut di dalam dengan permukaan sedikit kering, cocok disantap saat berbuka.

4. Ponter (Puntir)

Ponter atau puntir merupakan makanan berbahan dasar beras dan kelapa parut yang dibungkus daun pisang berbentuk segitiga, lalu direbus.

Proses membentuk bungkus segitiga inilah yang menjadi ciri khasnya. Rasanya gurih dengan aroma daun pisang yang khas.

Meski sederhana, pembuatannya membutuhkan ketelatenan agar bentuknya rapi dan tidak mudah bocor saat direbus.

BACA JUGA:PR2Media Rilis Catatan Awal Tahun 2026: Militerisasi dan Privatisasi Kebijakan Media dan Ruang Digital

5. Roti Bluder

Roti bluder dikenal sebagai kudapan peninggalan zaman kolonial. Di Palembang, roti ini biasanya disajikan tanpa isian, hanya diberi taburan gula pasir di bagian atasnya.

Teksturnya lebih berserat dibanding roti biasa, tetapi tetap lembut dan tidak seret di tenggorokan.

Kategori :