MKKS SMP Samakan Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka

MKKS SMP Samakan Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka

Kepala SMP se-Kabupaten Kaur saat mengikuti pertemuan Musyawarah Kelompok Kerja Kepala (MKKS) di Sekretariat MKKS di SMPN 8 Kaur, Rabu (12/10).--

KAUR, RADARKAUR.CO.ID - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kaur melaksanakan kegiatan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Sekretariat MKKS SMPN 8 Kaur di Desa Sukaraja Kecamatan Tetap, Rabu (12/10).

Sosialisasi IKM ini diikuti 36 SMP, masing-masing sekolah mengirimkan peserta dua orang, Kepsek dan Waka Kurikulum. 

BACA JUGA: Pendataan Regsosek Mulai Sabtu, Masyarakat Diminta Lakukan Ini

Kegiatan sehubungan dengan penerapan IKM yang mulai dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2022-2023 ini.

Sosialisasi lebih menitikberatkan pada penyamaan persepsi sekolah-sekolah terhadap platform kurikulum merdeka.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Kaur Ridun Asandi, S.Pd, M.Pd melalui Sekretaris MKKS Tasman, S.Pd menyampaikan, IKM merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mengejar ketertinggalan cara belajar mengajar di masa pandemi pada 2020-2021 lalu.

BACA JUGA: Retail Modern Tidak Sampaikan LKPM, Terancam Ditutup

BACA JUGA: Bupati Kaur Minta Permudah Nelayan dan Petani Dapat BBM

Sehingga dengan penerapan kurikulum merdeka ini, diharapkan dapat menghasilkan produk yang baik.

Ada tiga pilihan dalam kurikulum merdeka ini, yakni mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi.

"Untuk mengimbangi sistem kurikulum merdeka belajar, kemampuan guru juga terus diperbaharui. Kami sebagai guru harus menguasai lebih banyak teknik pengajaran. Merdeka belajar bertujuan untuk menggali potensi terbesar para guru di sekolah dan murid serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri," ungkapnya.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: 4 Ruas Jalan Provinsi di Kaur Lumpuh Dihajar Banjir dan Tanah Longsor

Tambahnya, kegiatan lebih dititikberatkan pada penyamaan persepsi pada apa yang sudah dipelajari dari masing - masing Kepsek, Wakil Kepsek bidang kurikulum dan guru-guru yang ada di platform merdeka belajar.

Setelah masing-masing mempelajarinya, tentu muncul persepsi yang berbeda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: