Raflesia di Bukit Barisan, Awas Tangan Jahil

Raflesia di Bukit Barisan, Awas Tangan Jahil

Anggota Pengunde saat menujukan Bunga Raflesia yang tengah mekar di Taman Raflesia Bukit Barisan Desa Batu Ampar Kecamatan Kedurang, Senin (9/1).--

BENGKULU SELATAN (BS), RADARKAUR.CO.ID - Masyarakat di Kabupaten BS patut berbangga khususnya masyarakat di Desa Batu Ampar Kecamatan Kedurang.

Pasalnya, di desa tersebut tepatnya di Taman Raflesia Bukit Barisan setiap bulannya selalu ada Bunga Raflesia yang mekar sempurna. Tak jarang, puluhan bunga mekar secara bersamaan.

Untuk itu, agar kelestarian Puspa Langkah tersebut tetap terjaga keberadaannya. Maka, diharapkan perhatian khusus dari Pemkab BS.

Renald Ayubi (30) salah satu Tim Penjelajah Goa Gunung Hutan Desa (Pengunde) BS pada Radar Kaur (RKa), Senin (9/1) mengungkapkan, bahwasanya selama ini Taman Raflesia Bukit Barisan di Desa Batu Ampar Kedurang belum mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

BACA JUGA:Cara Validasi NIK jadi NPWP, Ikuti Saja Langkah Mudah Berikut, Simpel dijamin anti gagal

BACA JUGA:2023, Seluruh Ujian Gunakan Chromebook

Baik, dari Pemkab BS sendiri maupun pihak donatur lainnya. Padahal, pihaknya sangat membutuhkan sentuhan tangan pemerintah dalam konservasi puspa langka tersebut.

"Untuk kelestarian Puspa Langkah yang jadi ikon Provinsi Bengkulu ini, kami butuh donatur dan perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya dari Pemkab Bengkulu Selatan," harapnya.

Renal mengaku, sampai kini pihaknya masih kesulitan dalam memberikan pelakat atau palang penanda Bunga Raflesia di Bukit Barisan tersebut. Mereka takut, jika tidak diberikan palang penanda keberadaan puspa langkah ini akan punah.

Bukan hanya itu, pihaknya juga takut ada tangan jahil yang merusak keberadaan bunga raksasa kebanggaan masyarakat di Provinsi Bengkulu tersebut.

BACA JUGA:CGP Angkatan 7 Mulai Pendidikan

BACA JUGA:SMAN 5 Kaur Terapkan 5S

Apalagi, kini hampir tiap hari ada bunga yang mekar. Saat ini saja, ada tiga Bunga Raflesia yang mekar serentak.

"Bunga-bunga yang mekar ini butuh pelakat atau palang penanda. Agar tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil yang tak mau bertanggungjawab" pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: