Mengenal 15 Pusaka Kerajaan Kaur, Peninggalan Keturunan Sunan Gunung Jati

Mengenal 15 Pusaka Kerajaan Kaur, Peninggalan Keturunan Sunan Gunung Jati

Mengenal 15 Pusaka Kerajaan Kaur, Peninggalan Keturunan Sunan Gunung Jati--(dokumen/radarkaur.co.id)

RADARKAUR.CO.ID - Kabupaten Kaur dahulu kala pernah berdiri Kerajaan Kaur tahun 1697 Masehi oleh
Raja Luwih (Sabrani Gunung Kaur). Ada 15 Pusaka Kerajaan Kaur yang masih ada sampai saat ini.

Raja Luwih atau Raja Sabrani Gunung Kaur merupakan salah satu keturunan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Serta masih berkerabat dengan Keluarga Kerajaan Banten Sultan Ageng Tirtayasa.

Sebelum membahas 15 pusaka peninggalan Kerajaan Kaur, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat berdasarkan buku yang berjudul "Peninggalan Sejarah dan Potensi Wisata Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu" karya Zusneli Zubir yang diterbitka oleh BPSNT Padang.

Tibanya Raja Luwih atau Raja Sabrani Gung Kaur di Bumi Kaur pada akhir abad ke 15 itu berawal dari situasi politik yang berkembang pada kerajaan Banten di saat itu .

Yaitu sebuah peristiwa yang berhubungan dengan krisis internal  dalam kerajaan Banten. Krisis tersebut adalah adanya pembangkangan dari Sultan Abdul Qahar atau yang dikenal dengan nama Sultan Haji kepada Ayahnya Sultan Ageng Tirtayasa.

BACA JUGA:Berikut Nama dan Jabatan Pengurus PWI Kaur dan IKWI Kaur Periode 2023 - 2026

BACA JUGA:Meriam Ki Amuk, Senjata Pamungkas Kerajaan Banten, Hadiah Sultan Demak kepada Putra Sunan Gunung Jati

Sultan Haji lebih memilih untuk memihak pada Belanda guna mengambil hati Belanda. Ternyata pembangkangan yang dilakukan oleh Sultan Haji dibayar mahal, karena justru dengan tindakannya itu membantu memuluskan jalan bagi Belanda untuk menguasai Banten.

Semenjak Banten di kuasai oleh Belanda, beberapa keturunan Raja dan Keluarga Kerajaan Banten yang menolak bekerjasama dengan Belanda pergi meninggalkan negerinya.

Dan mencari daerah baru yang dianggap dapat menjadi bandar dagang alternatif. Pilihannya itu akhirnya jatuh
ke daerah pantai Barat Sumatera, tepatnya pantai Barat Bengkulu.

Mereka tiba di Wilayah Kaur yang kala itu dikuasai oleh Kerajaan Rejang.

BACA JUGA:Sejarah Kerajaan Banten, Masa Kejayaan, Kemunduran, Peninggalan dan Cikal Bakal Kerajaan Kaur

BACA JUGA:Wabup Kaur Pantau Proses Pencarian Korban Tenggelam, Area Pencarian Diperluas hingga 5 Kilometer

Keluarga Kerajaan Banten itu membawa ajaran Islam, sehingga tak heran jika Kabupaten Kaur memiliki nuansa islami secara kental.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: