Menjelang Pemilihan Umum 2024, Ini Ramalan Pasar Saham Sektorial di Akhir Tahun 2023

Menjelang Pemilihan Umum 2024, Ini Ramalan Pasar Saham Sektorial di Akhir Tahun 2023

Menjelang Pemilihan Umum 2024, Ini Ramalan Pasar Saham Sektorial di Akhir Tahun 2023--ilustrasi

RADARKAUR.CO.ID - Sejak dimulainya kampanye untuk Pemilu 2024 pada tanggal 28 November, tahun politik ini diperkirakan menjadi waktu bagi para pelaku bisnis untuk berhati-hati dalam ekspansi.

Mereka cenderung untuk menunggu dan melihat hasil dari pemilihan umum 2024 sambil memperhatikan rencana ekonomi makro dari setiap kandidat capres jika terpilih.

Topik ini dibahas dalam webinar yang diadakan oleh Sinarmas Sekuritas dengan judul "Monthly Market Outlook: Menyelami Peluang Investasi di Sektor Favorit untuk Tahun 2024" pada tanggal 2 Desember 2023.

BACA JUGA:Talenta Digital, Maxy Academy Buka Pendaftaran Studi Independen Angkatan 6 Bersama Kampus Merdeka: Buruan!

BACA JUGA:AnyX dari AnyMind Group Perluas Dukungan Native untuk Yahoo! JAPAN Advertising

Webinar ini menampilkan Isfhan Helmy (Kepala Penelitian Institusional Sinarmas Sekuritas) dan Ike Widiawati (Kepala Penelitian Ritel Sinarmas Sekuritas) sebagai pembicara.

Isfhan Helmy berbagi pandangannya, "Dalam tiga pemilu terakhir, sektor perbankan dan konsumsi berhasil menunjukkan kinerja yang mengesankan selama 9 bulan setelah 'Hari Pemilihan'.

Dengan anggaran RAPBN 2024 yang fokus pada stimulasi belanja akar rumput, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan stabil di atas 5% meskipun ada ancaman kekeringan akibat fenomena El-Nino.

Kami yakin, jika Indonesia dapat melewati semester pertama tahun 2024 sesuai dengan ekspektasi pasar tanpa guncangan ekonomi besar, IHSG berpotensi mendekati angka 8,000."

BACA JUGA:Tips Belanja Nyaman tanpa Stres, Akulaku Miliki 7 Fitur Unggul, Nomor 1 Merencanakan Belanja dengan Teliti

BACA JUGA:Mengenal Akulaku, Cara Registrasi dan Optimalisasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit dan Belanja Online Non Tunai

Isfhan juga menyatakan, "Skenario dasar kami adalah IHSG akan menembus angka 7,600 tahun depan dengan asumsi rasio harga-terhadap-pendapatan sebesar 14x. Dalam skenario Bullish, IHSG bisa mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu 8,050 dengan rasio harga-terhadap-pendapatan 15.3x."

Sinarmas Sekuritas mengungkapkan beberapa pilihan sektor, termasuk perbankan, konsumsi, ritel, dan telekomunikasi dengan saham unggulan seperti Telkom Indonesia (TLKM), Astra International (ASII), Indofood CBP (ICBP), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Jago (ARTO), Sumber Alfaria Sejahtera (AMRT), Ace Hardware Indonesia (ACES) dan Adaro Minerals (ADMR).

Laba per saham IHSG diperkirakan akan tumbuh 11% tahun depan, dan pertumbuhan PDB secara tahunan diperkirakan mencapai 5.1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: