UNDP Mendorong Peningkatan Penerbitan Obligasi dan Sukuk Bertemakan di Indonesia

UNDP Mendorong Peningkatan Penerbitan Obligasi dan Sukuk Bertemakan di Indonesia

UNDP Mendorong Peningkatan Penerbitan Obligasi dan Sukuk Bertemakan di Indonesia--ilustrasi

UNDP Mendorong Peningkatan Penerbitan Obligasi dan Sukuk Bertemakan di Indonesia

JAKARTA, RADARKAUR.CO.ID - Sejak 2018, Indonesia telah menyaksikan pertumbuhan signifikan dalam penerbitan obligasi bertemakan, seperti obligasi hijau, biru, sosial, dan keberlanjutan, serta sukuk tematik, dengan total nilai lebih dari USD 1.3 miliar.

Penerbitan ini, yang sebagian besar dilakukan oleh pemerintah di panggung internasional, bertujuan untuk mendanai proyek-proyek yang menangani isu-isu lingkungan dan keadilan sosial.

Dalam rangka mendukung perkembangan ini, UNDP Indonesia menginisiasi sebuah Dialog Interaktif tentang "Menggali Peluang dalam Obligasi dan Sukuk Bertemakan di Indonesia".

BACA JUGA:Gerobak 777: Kisah Persahabatan dan Pencarian Diri oleh Zsolt Zsemba

BACA JUGA:Webinar LindungiHutan dan Rimba Raya Bahas Solusi Iklim Lewat Hutan

Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan investor, penerbit, dan stakeholder terkait untuk membahas dan bertukar pikiran tentang kemajuan pasar obligasi dan sukuk bertemakan yang sedang berkembang di negara ini.

Dialog tersebut dihadiri oleh berbagai pihak termasuk pemerintah, institusi keuangan, BUMN, komunitas diplomatik, dan organisasi internasional.

Muhammad Didi Hardiana, Kepala Laboratorium Keuangan Inovatif UNDP Indonesia, dan Fadilah Kartikasasi, Direktur Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan kata sambutan.

Muhammad Didi Hardiana menekankan bahwa, mengingat Asia Pasifik menghadapi potensi penundaan selama 30 tahun dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), mempercepat pencapaian tujuan-tujuan tersebut menjadi krusial.

BACA JUGA:Aspire dan Qwords Berkolaborasi untuk Mempercepat Pertumbuhan Start-up dan UKM di Ranah Online

BACA JUGA:Gempa Bengkulu Selatan Rusak Sejumlah Rumah, Tak Berpotensi Tsunami

Indonesia, dengan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan visi "Indonesia Emas", perlu mendanai secara besar-besaran, dan dialog ini menjadi platform untuk mengeksplorasi peluang pendanaan, khususnya melalui obligasi dalam mata uang lokal, untuk mengatasi tantangan bersama di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: