Pupuk Sawit Bersubsidi Bukan Pemborosan, Justru Menambah Kas Negara
![Pupuk Sawit Bersubsidi Bukan Pemborosan, Justru Menambah Kas Negara](https://radarkaur.disway.id/upload/ceec49c8e98da80dc943e360c568fd89.jpg)
Subsidi Pupuk Sawit Bukan Pemborosan, Justru Menambah Kas Negara--ilustrasi
Jumlah pupuk subsidi untuk Kelapa sawit untuk 17 juta ha x 8 kg/pohon x 131 pohon/ha = 18 juta ton dengan nilai subsidi @ Rp 5.000/Kg sama dengan Rp 90 trilyun.
Sedang uang masuk dari Bea Keluar, Pungutan Ekspor dan Ppn 11 % totalnya Rp 186 trilyun.
BACA JUGA:Akankah XRP Mencapai $10.000? Berikut Analisis dan Prakiraannya
BACA JUGA:Masa Depan Kripto Indonesia dan Peran Tokocrypto
Pupuk subsidi untuk kelapa sawit tidak dibedakan apakah milik rakyat atau Perusahaan, semuanya harus dipupuk dengan baik.
Rekomendasi Pemupukan pada Tanaman Kelapa Sawit berdasarkan Pedoman Analisa Daun sbb:
Dengan dosis rerata 8 kg pupuk per pohon per tahun, maka produksi diprediksi akan menjadi 23 ton TBS (6 -7 ton) minyak sawit/ha.
Pendapatan Petani & pengusaha akan meningkat drastis dari Rp 15 juta ke Rp 50 juta/ha/tahun, artinya ada pertambahan pendapatan dilapangan, dampaknya antara lain roda ekonomi akan semakin lancar berputar.
BACA JUGA:Kapitalisasi Pasar Bitcoin, Timothy Ronald Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp20 Miliar
BACA JUGA:Bitcoin Menunjukkan Sinyal Kuat! Akankah Terjadi Pergerakan Besar Segera?
Ketiga, menggunakan metoda Manajemen Akar & Kanopi
Menggunakan teknologi Rekayasa Agronomi yakni metoda Production Force Management. Metod aini terdiri dari “Manajemen Akar & Kanopi” yang memungkinkan hasilnya meningkat antara 60 % -100 %.
Keempat, jumlah Pemanen & kondisi jalan produksi untuk melancarkan angkutan ke Pabrik
Memastikan agar “jumlah Pemanen cukup” dan “jaringan jalan produksi dan jalan utama yang menuju ke Pabrik Kelapa Sawit” dalam kondisi baik untuk dilalui.
Jika keempat upaya ini dilakukan, maka produktivitas minyak sawit Nasional dari reratanya 2.847 ton/ha/tahun, bisa didongkrak menjadi minimal 5 ton/ha/tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: