Bubur Baqa, Kuliner Legendaris Samarinda Seberang jadi Primadona Berbuka Puasa di Masjid IKN
Bubur Baqa, Kuliner Legendaris Samarinda Seberang jadi Primadona Berbuka Puasa di Masjid IKN--ilustrasi
NUSANTARA, RADARKAUR.DISWAY.ID – Sajian berbuka puasa di Ibu Kota Nusantara (IKN), kini memiliki ikon kuliner baru yang menarik perhatian ribuan warga. Hidangan tersebut adalah Bubur Nusantara. Menu berbuka yang kini rutin disajikan di Masjid Negara IKN.
Meski kini populer dengan nama Bubur Nusantara, sajian ini sejatinya merupakan adaptasi langsung dari Bubur Baqa.
Kuliner legendaris yang berasal dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Alimuddin, mengonfirmasi bahwa kehadiran bubur ini merupakan upaya otorita untuk mengangkat kearifan lokal ke level nasional.
BACA JUGA:Satpol PP Kaur Intensifkan Penertiban Hewan Ternak Selama Ramadan
Menurut Alimuddin, bubur ini memiliki akar sejarah yang kuat di dua tempat legendaris di Samarinda, yakni Masjid Shiratal Mustaqim di Kampung Mesjid dan Masjid Al-Baqa di Samarinda Seberang.
Kehadiran menu ini di IKN bukan sekadar pengisi perut saat berbuka, melainkan upaya pelestarian budaya kuliner yang telah bertahan selama puluhan tahun di tanah Kalimantan.
Alimuddin menjelaskan bahwa Bubur Baqa bukanlah menu baru bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Hidangan ini telah eksis dan bertahan menjadi tradisi lebih dari 50 tahun. Nama Baqa sendiri merujuk pada nama masjid dan kampung di Samarinda Seberang.
BACA JUGA:Terbukti Pasif, Kades dan Camat se-Kabupaten Kaur Disinyalir Tak Dukung Penegakan Perda Hewan Ternak
BACA JUGA:Resmi! Harga BBM Hari Ini 1 Maret 2026, Naik di Semua Provinsi!
Dalam bahasa Bugis, "Baqa" memiliki arti pohon sukun, yang konon dulu banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Namun, di balik penamaan yang bernuansa lokal dan Islami tersebut, kualitas rasa yang otentik menjadi alasan utama mengapa menu ini dibawa ke IKN.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
