Kaur Masih Zona Hijau PMK, Simak Cara Pencegahannya!

Kaur Masih Zona Hijau PMK, Simak Cara Pencegahannya!

Salah satu kandang ternak di Kecamatan Tetap yang didata untuk suntik vaksin PMK. POTO : Ilustrasi / radarkaur.co.id--

RADARKAUR.CO.ID, BINTUHAN - Isu berkembang di masyarakat bahwa banyak hewan ternak di Kabupaten Kaur terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), adalah kabar  tidak benar. Kaur sampai saat ini masih zona hijau PMK atau terbebas dari paparan PMK.
 
Hal ini ditegaskan Sekretaris Dinas Pertanian Hamedi Dianri, S.Hut pada wartawan radarkaur.co.id, Sabtu (1/7/2022).
 
 
Disebutkannya bahwa hewan yang terpapar ciri-cirinya mulutnya berbusa. Seperti terkena sariawan serta kukunya mengalami pecah-pecah. Untuk memastikan harus melalui uji laboratorium.
 
"Kalau sapi yang sehat-sehat tiba-tiba mati itu sudah dipastikan bukan penyakit PMK tapi mungkin penyakit lainnya. Oleh karena itu dipastikan hewan ternak di kabupaten Kaur belum ada yang terpapar PMK. Sampai saat ini Kabupaten Kaur masih dalam zona Hijau," tegasnya.
 
 
Dikatakan bahwa Dinas Pertanian mulai melaksanakan pendataan hewan ternak di Kabupaten Kaur. Untuk dilakukan vaksin agar hewan ternak tidak terpapar PMK. 
 
Vaksin yang telah disiapkan akan diberikan untuk 400 hewan ternak di Kabupaten Kaur. 
 
Pelaksanaan vaksinasi hewan ternak ini harus terealisasi sampai tanggal 7 Juli 2022. Sebelum pelaksanaan Hari Raya Kurban. 
 
"Hari ini kami mulai melakukan pendataan, jadi petugas menentukan jumlah hewan yang akan divaksin. Soalnya vaksin ini ketika dibuka waktunya tidak boleh lama- lama, 5 jam harus habis," ucap Hamedi.
 
 
Lanjutnya, pemberian vaksin kepada hewan ternak ini nanti diberikan 2 mililiter per ekor. Sehingga dari 1 botol vaksin untuk 100 ekor hewan ternak. 
 
Untuk Kecamatan Maje dan Nasal vaksin akan diberikan 100 ekor, kecamatan Kaur selatan 100 ekor.
 
Kemudian Kecamatan Semidang Gumay 100 ekor dan Tanjung Kemuning 100 ekor. Dengan begitu jumlahnya 400 ekor hewan ternak yang akan divaksin.
 
 
Menurutnya beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu sudah banyak hewan yang terpapar PMK termasuk Kabupaten Bengkulu Selatan dan Seluma.
 
Untuk itu petugas-petugas yang telah ditunjuk pada setiap kecamatan agar terus memantau perkembangannya jangan sampai kecolongan.(kom)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: