Siapa membunuh Putri (26): Bluebeach Nenia

Siapa membunuh Putri (26): Bluebeach Nenia

Asyik kencan dengan cewek Michat, Kaget Tiba-Tiba Didatangi Ortu.--(dokumen/radarkaur.co.id)

Oleh: Hasan Aspahani

TERAKHIR kali saya bertemu Nenia di perayaan kecil-kecilan pernikahan Bang Jon di rumahnya.  Kami sempat berbincang sebentar, basa-basi tanya kabar dan apakah dia masih kerja di Nagata Plaza.

Dia bilang dia sudah pindah bekerja di Penangsa. Dia menyebut nama resort hotel yang langsung mengingatkan saya tentang kasino gelap itu. Bluebeach Resort. 

Saya bertemu lagi dengannya di INN Cafe. Saya, seperti biasa datang bersama Yon, lurahnya hiburan malam di Borgam.  Ada show Glenn Fredly. 

Nenia datang bersama seorang lelaki bertampang oriental. Saya lihat dia tak lagi sama dengan pertama kali saya bertemu dulu di kedai kopi, saat dikenalkan Bang Jon dulu.  

Dia seperti sosok yang jauh dan liar. Dekat tapi tak terjangkau. Dia riang tapi tampak terasing dari keramaian. Dia merokok.  Mungkin bukan dia yang berubah. Tapi saya yang dulu terlalu polos, dan kini saya melihat sisi dia yang lain, yang sebenarnya.   

Saya dengar mereka – Nenia dan lelaki bertampang oriental itu -  bercakap dalam Bahasa Inggris.  Di hadapan saya Nenia dan lelaki itu tak menyembunyikan kemesraan. Artifisial.  Saya berusaha ramah dan melihat pemandangan itu dengan wajar.  

Kami bersapaan dan bersalaman. Dia memperkenalkan siapa laki-laki itu tapi saya tak terlalu jelas mendengar siapa namanya. Jack? Jach? Semacam itulah. 

Saya sedang menikmati Glenn yang sedang membawakan Terpesona, hits debutnya bersama Funk Section.  Saya tak pernah benar-benar suka sama Glenn, tapi beberapa lagunya mengingatkan pada banyak hal.  

Malam itu Nenia pergi lekas. Si lelaki tampaknya tak menikmati Glenn.  Ia menyempatkan menghampiriku.

”Masih punya nomorku, kan? Hubungi saya ya, saya mau ngomong.”

”Soal apa?”

”Telepon aja ya...” kata dia. 

”Boleh saya ke Penangsa, ke tempatmu kerja?” tanyaku. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: