Kematian si Pahit Lidah Jawara Sumsel: Ziarah ke Makam Serunting Sakti dan si Mata Empat di Tepi Danau Ranau

Kematian si Pahit Lidah Jawara Sumsel: Ziarah ke Makam Serunting Sakti dan si Mata Empat di Tepi Danau Ranau

Kematian si Pahit Lidah Jawara Sumatera Selatan: Ziarah ke Makam Serunting Sakti dan si Mata Empat di Tepi Danau Ranau.--(dokumen/radarkaur.co.id)

BACA JUGA:Ibu Negara Hj Iriana Jokowi ke Bengkulu, Kodam Sriwijaya Siagakan 2.500 Personil

Tanpa sepengetahuan si Mata Empat, misteri kesaktian si Pahit Lidah ada di air ludahnya yang pahit dan mengandung racun. 

Seketika, tubuhnya membiru dan si Mata empat mati karena keracunan air ludah lawannya.  

Kebenaran kisah pertarungan antara si Pahit Lidah dan si Mata Empat bisa dilihat melalui sejarah kematian sang Jawara di Makam Pekon Sukabanjar.  

Si Pahit Lidah dan si Mata Empat dimakamkan tidak jauh dari tepian Danau Ranau di Makam Pekon Sukabanjar, Lubuk Seminung, Lampung Barat.  

BACA JUGA:Wisata Kebun Anggur Eropa di Kaur Bengkulu, Rekomendasi Liburan Akhir Tahun! 

BACA JUGA:Terbuka Bagi Tamatan SMA! Simak 430 Lowongan di Job Fair Pemprov Bengkulu, Cek Tanggalnya!

Banyak pengunjung yang mendatangi dua makan keramat ini saat libur Nataru.

Letaknya tidak jauh dari Liwa, hanya butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan menuju makam si Pahit Lidah dan si Mata Empat.  

Bila menempuh perjalanan dari Kota Bandar Lampung, harus menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam.*** 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: