Inisiatif Pengabdian Masyarakat FTUI Bersama Koperasi Saung Agroternak Sukajaya Membawa Kemajuan Pertanian

Inisiatif Pengabdian Masyarakat FTUI Bersama Koperasi Saung Agroternak Sukajaya Membawa Kemajuan Pertanian

Inisiatif Pengabdian Masyarakat FTUI Bersama Koperasi Saung Agroternak Sukajaya Membawa Kemajuan Pertanian--ilustrasi

SUMEDANG, RADARKAUR.CO.ID - Inisiatif Pengabdian Masyarakat FTUI Bersama Koperasi Saung Agroternak Sukajaya Membawa Kemajuan Pertanian.

Dalam sebuah langkah inovatif yang menggabungkan keahlian teknik dengan aplikasi pertanian, Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA, terkenal sebagai Prof. Raldi, dan timnya di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), telah berkolaborasi dengan Koperasi Produsen Saung Agroternak Sukajaya (SAS) di Jawa Barat.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat yang telah FTUI lakukan sejak 2023.

Kolaborasi ini melibatkan penyuluhan intensif di Desa Sukajaya, yang berfokus pada peningkatan hasil pertanian lokal.

BACA JUGA:Bagaimana Strategi Pemanfaatan Software Kasir POS untuk Tingkatkan Kinerja Bisnis Anda, Ini Langkah Cerdasnya

BACA JUGA:Kisah Maurice Novoa, Maestro Wing Chun Pernah jadi Membawa Pulang Penghargaan Bergengsi Panasonic Gobel

Tahun lalu, desa ini menerima manfaat langsung dari program penyuluhan FTUI, yang telah membantu mereka meningkatkan produksi pertanian secara signifikan.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Prof. Raldi, mewakili FTUI dan berkerja sama dengan Koperasi Produsen Saung Agroternak Sukajaya yang terletak di Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memperkenalkan sebuah inovasi terbaru.

Kegiatan penyuluhan yang berlangsung dari Juni hingga September 2023 ini menghasilkan sumbangan berupa alat pengaduk otomatis untuk pembuatan pupuk kompos, yang telah disumbangkan kepada Koperasi yang dipimpin oleh Bapak Eddy Suhendy.

Koperasi, didirikan pada Desember 2021, berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal dan memanfaatkan potensi bahan baku pupuk kompos dari kotoran kambing.

BACA JUGA:Wisata Air Panas Ini Bisa Menyembuhkan Berbagai Penyakit, Lokasinya Hanya Berjarak 2 Jam Dari Kota Bengkulu

BACA JUGA:Wajah Glowing Cerah Seketika, Begini Cara Bikin Air Rebusan Mangga dan Green Tea buat Kulit Muka

Pupuk ini kemudian digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman cabai di lahan seluas 1.000 meter persegi.

Alat pengaduk otomatis, dikembangkan oleh Laboratorium Departemen Teknik Mesin FTUI, merupakan hasil dari proyek tahun 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: