Usaha Ekonomi Produktif, Majelis Taklim Lailatul Qadar Buat Kue Kering

Usaha Ekonomi Produktif, Majelis Taklim Lailatul Qadar Buat Kue Kering

Ketua dan Anggota Majelis Taklim Lailatul Qadar Desa Manau IX 2 tunjukan alat alat usaha yang sedang di kembangkan, Minggu (8/1). (dokumen/radarkaur.co.id)--

KAUR, RADARKAUR.CO.IDMajelis Lailatul Qadar yang diketua oleh Mita Punia Hamida beranggotakan 20 orang ibu-ibu warga Desa Manau IX 2 Kecamatan Padang Guci Hulu.

Kegiatan majelis Taklim Lailatul Qadar selain pengajian dan siraman rohani tiga kali dalam satu minggu di Masjid Jamik Al Amin Manau IX 2.

Mempunyai kegiatan pembuatan dan penjualan kue kering yang diolah oleh kelompok sendiri.

Menurut Keterangan Ketua Majelis Taklim Lailatul Qadar Mita Punia Hamida, majelis taklim yang dipimpinnya mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia sebar 50 juta rupiah.

BACA JUGA:Pasar Era Gro DKP BS Setiap Bulan

BACA JUGA:GOR Padang Panjang Akan Dijadikan THK

“Dari bantuan tersebut dibeli perlengkapan pengajian termasuk pakaian seragam seluruh anggota majelis taklim,” kata Mita Punia Hamida, Minggu (8/1).

Lanjut Mita, untuk menunjang perekonomian anggota Majelis Lailatul Qadar dibelilah peralatan pembuatan kue kering seperti kue bawang, rempeyek, kripik pisang, kripik ubi akar kelapa, dan kue kering lainya.

“Semuanya dikerjakan oleh seluruh anggota baik itu pembuatanya maupun penjualanya, dari omset yang ada nantinya akan dikembangkan kembali untuk lebih maju, sehingga Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bisa lebih maju,” ungkap Ketua Majelis Taklim Lailatul Qadar.

Lebih lanjut Mita mengatakan, seluruh anggota Majelis Taklim Lailatul Qadar menyepakati jika dalam satu minggu diadakan tiga kali pertemuan pengajian.

BACA JUGA:Kendaraan Mati Pajak Tetap Bisa Klaim Santunan Lakalantas

BACA JUGA:PUPR RI Gelontorkan Rp 60 M Untuk Jalan dan Jembatan BS

Yang dibahas bukan hanya membaca ayat suci Al-Quran, tetapi ada juga belajar memandikan dan mengafani mayit.

“Ia, disela-sela kegiatan pengajian, majelis taklim lailatul qadar juga berlatih bernyanyi qasidah dengan menggunakan peralatan yang didapat dari bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Padang Guci Hulu,” terang Mita Punia Hamida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: